Kamis, 07 April 2011

Pengantar Teknologi Pertanian (traktor tangan)

I. PENDAHULUAN



1.1 Latar belakang
Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong.
Di bidang pertanian telah dikenal enam jenis sumber tenaga penggerak peralatan pertanian pertanian diantaranya adalah manusia, ternak, angin, air, listrik dan motor bakar. Masing-masing sumber tenaga tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan . Dari keenam sumber tenaga tersebut sampai saat ini motor bakar memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang lebih luas.
Salah satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah sumber tenaga yang baik Sumber tenaga dibidang pertanian ada bermacam-macam yaitu manusia, ternak, motor bakar dan banyak lagi. Sumber tenga yang palig umum digunakan pada pengolahan tanah adaah manusia, ternak dan motor bakar. Penggunaan sumber tenaga dibidang pertanian antara lain : sumber tenaga untuk menarik bahan pada pengolahan lahan, penyiangan, penanaman, pemanenan dan lain sebagainya, tenga untuk memutar pada belt, gigi, rantai dan lain-lainnya.
Manusia mempunyai tenaga sekitar 74,6 watt, sehingga untuk bekerja secara terus menerus kurang efisien dan kurang efektif. Sumber tenaga manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana tenaga ternak dan traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang sempit dan curam.
Sumber tenaga ternak sangat berperanan di Negara-negara yang berkembang, hal ini dsebbkan karena tenaga ternak cukup murah harganya, dan mudah didapat dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar dari pada tenaga manusia.
Tenaga motor sebagai sumber tenaga yang paling mutakhir di bidang pertanian. Penggunaan traktor dibidang pertanian akan meningkatkan kapasitas lapang, menguragi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kelelahan dalam bekerja. Pada saat ini traktor merupakan sumber tenaga yang paling besar untuk pengolahan tanah. Traktor adalah salah satu bentuk dari motor bakar.
Traktor adalah suatu sumber tenaga lain yang sebagai hasil dai pengembangan penggunaan motor bakar sebagai unit tenaga. Keterbatasan motor bakar sebagai sumber tenaga tarik atau dorong dapat diatasi dengan adanya traktor. Traktor disamping sebagai tenaga tarik atau dorong dapat juga digunakan sebagai sumber tenaga putar.
Pengolahan lahan yang secara mekanis di Indonesia sudah dimula sekitar tahun 1905 – 1906 di PG. Ketanggungan Barat dan PG. Tertana Baru dengan menggunakan LOKO, yang sebagai sumber tenaga untuk menarik atau disebut juga tenaga tarik. Penggunaan traktor sebagai sumber tenaga menarik alat pengolahan tanah (bajak) diperkenalkan pada tahun 1914 (Noerman Kartohadikoesoema, 1983). Sejak 1950, pemerintah telah memulai menaruh perhatian dalam mengembangkan tenaga-tenaga mekanis. Perkembangan ini yang pesat, terutama dalam bidang kegiatan pengolahan hasil pertanian.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan pertanian diikuti juga dengan kenaikan penggunaan peralatan mekanis. Moens dan Wanders (1981) mengemukakan bahwa ada tiga macam energi dibidang pertanian yaitu : manusia, ternak dan mekaanisme (tenaga yang berasal dari bahan bakar bumi). Di Indonesia sendiri pada tahun 1977 banyak orang yang telah aktif dibidang produksi pertanian. Traktor ada tiga kelompok yaitu : traktor tangan yang dua roda, traktor kecil empat roda dan traktor yang berukuran sedang . Traktor tangan dan traktor kecil banyak digunakan di sawah sedangkan traktor yang berukuran sedag biasanya digunakan di perkebunan-perkebunan yang besar.
Motor bakar adalah suatu alat mekanisme atau mesin yang merubah tenaga panas dari suatu bahan yang dapat terbakar menjad tenaga yang dapat dipergunakan. Motor bakar disebut juga motor kalor , yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau yang mengubah energi termal menjadi energi mekanik. Enargi termal dapat diperoleh dalam proses pembakaran,  proses fisi bahan bakar nuklir atau proses yang lain.
Kapasitas traktor ditentukan oleh tenaga aktif dari motor, konstruksi traktor, dan keadaan kerja. Tenaga motor bakar umumnya dignkan untuk gerakan stasioner, meggerakkan traktor, menarik peralatan dan alat-alat melalui p.t.o. Untuk mesin-mesin yang stasioner tenaga yang tersedia kira-kira 85-90%, sedangkan sisanya hilang karena adanya gesekan pada gear box traktor.
Faktor yang menentukan tenaga maksimal adalah tanah meliputi berat, distribusi berat, besar roda, bentuk keadaan ban, extensi roda dan sebagainya. Beberapa tenaga yang ada pada traktor antara lai :
  1. Indicative power yaitu kemampuan tenaga kerja di dalam silinder. Tenaga ini yang menekan piston yang dapat dihitung.
  2. Brake power yaitu tenaga yang tersedia pada roda gila dan dengan memperhatikan tenga untuk mengatasi gesekan. Untuk mengetahui kehilangan tenaga dipergunakan electric dynamo meter.
  3. PTO Power yaitu tenaga dhasilkan oleh PTO. Untuk mengukur digunakan dynamometer.
Peralatan yang digunakantraktor dalam mengolah tanah sangat beragam. Dalam pemilihan peralatan untuk penglahan tanah harus diperhatikan hubungan karakteristik peralatan dengan tanah atau lahan yang diolah. Beberapa peralatan pengolahan tanah yang ditarik traktor antara lain :
  1. Bajak singkal, yang dipergunakan untuk pengolahan tanah yang mempunyai lahan/tanah rumput , tanah yang bersih dari akar dan batu
  2. Bajak piring, yang dipergunakan juga untuk penglahan tanah, tanah/lahan yang umumnya dipergunakan bajak piring adalah tanah plastis, berbatu, berakar, alang-alang, keras, kasar dan lain sebagainya. Bajak piring bentuknya bulat cekug seperti piring atau alat penggoregan dengan garis tengah 60-80 cm.
  3. Bajak rotary, dibedakan dari segi konstruksinya terhadap bajak piring maupun bajak singkal. Hasil pembajakan dengan bajak rotary memberikan hasil oleh yang langsung hancur dan merata, karena jenis bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary putar yang menghancurkan tanah. Gerakan putar pisau diatur dengan system penyaluran tenaga dari proses mesin traktor
  4. Penggaruan, digunakan pada penglahan tanah yang menggunakan alat yaitu garu piring dan garu sisir. Pada umumnya peggaruan mempunyai tujuan untuk lebih menghacurkan tanah dan meratakan permukaan tanah setelah dilakukan pembajakan lebih dahulu.

SISTEM TRAKSI

1. Pengantar

Traktor sebagai mesin penarik; Pengubahan gerak putaran menjadi tarikan; Teori traksi;

2. Teori Gerak Roda di Tanah

Teori gerak roda di tanah; Kinerja traksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi; Traksi di tanah kering dan tanah sawah;

3. Rancangan roda traktor

Baik traktor roda empat maupun traktor roda dua dapat diberi roda berban karet atau roda sarang. Roda berban karet sesuai untuk transportasi di jalan raya serta untuk pekerjaan pada tanah yang kering atau tanah yang basah. Sedangkan roda dari besi sesuai untuk pekerjaan pada tanah yang berlumpur (tanah sawah). Untuk mengatasi kesulitan bongkar pasang pada traktor yang harus bekerja di sawah namun harus melintasi jalan raya dahulu, traktor dapat dipasangi dengan roda ganda yaitu roda berban ditambah roda besi yang dapat diatur posisinya. Ketika melintas jalan, posisi roda besi ditarik ke dalam, deangkan pada waktu melintas tanah sawah, roda besinya digeser keluar.
Untuk kebanyakan traktor tangan di pedesaaan, umunya hanya dipasangi roda besi. Karena traktor tangan relatif ringan maka pada waktu melintasi jalan raya, roda besi tersebut boleh dianggap tidak merusakkan jalan tersebut. Kerugianya ialah getaran pada waktu perjalanan besar serta suara sumbang yang ditimbulkan. Hal tersebut dipilih untuk menghindari keharusan bongkar pasang roda yang memerlukan waktu lama, serta untuk mengurangi harga beli roda berban yang cukup mahal


1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum Pengantar Teknologi Pertanian, khususnya praktikum operasional Traktor tangan adalah sebagi berikut ;
a.       Dapat memahami definisi dari traktor tangan ( hand tractor ).
b.      Mengetahui bentuk dan komoponen-komponen traktor tangan ( hand tractor ).
c.       Dapat mengetahui fungsi dari penggunaan traktor tangan.
d.      Dapat mengetahui secara praktek dan teori bagian - bagian traktor tangan.
e.       Mampu mengoperasikan tractor tangan dengan baik dan tepat.




















II. TINJAUAN PUSTAKA

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kutai Timur diharapkan harus lebih pintar dibanding petani dan nelayan. Mengapa demikian, karena mengingat perkembangan teknologi pertanian,  peternakan, dan perikanan sudah jauh lebih maju. Jika PPL tidak mau menambah ilmunya, maka bisa ditertawakan oleh petani dan nelayan. Akhirnya, penyuluhan yang disampaikan tidak bakal diperhatikan.
Penegasan itu disampaikan oleh Sekkab Kutim Syafruddin Achmad saat membuka pelatihan perbaikan hand tracktor, Kamis (22/10). "Oleh karena itulah, maka dari sekarang PPL  harus banyak belajar. Ingat, ilmu pengetahuan sekarang ini berkembang terus," pesan Syafruddin.
Jika tidak membekali ilmu terus menerus, maka PPL akan  ketinggalan zaman dan ditinggalkan oleh petani dan nelayan. "Kemarin di TVRI juga sudah disampaikan, bahwa PPL di Indonesia banyak yany kalah ilmunya sama nelayan. Nah, ini jangan sampai terjadi di Kutim," tegas Safur -panggilan akrab Syafruddin Achmad.
Berkaitan dengan kenyataan itu, Sekkab mengaku sangat menyambut baik pelatihan perbaikan hand tractor yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan. Keterampilan itu nantinya diyakini akan membantu petani. Sehingga di setiap desa bisa dilakukan perbaikan hand tractor.
Ditambahkan oleh Safur, kelak PPL tidak hanya menyuluh petani. Mereka juga harus bisa mendata jumlah hand tractor yang ada di Kutim. Harus dilakukan pendataan jumlah hand tracktor yang rusak, baik rusak ringan maupun berat.
"Lantas yang paling penting, dilakukan analisa apakah jumlah hand tractor itu mencukupi kebutuhan. Jika memang tidak cukup, mungkin bisa dipertimbangkan adanya traktor mini," pungkas Safur.
Pelatihan perbaikan hand tractor ini diikuti oleh 32 orang PPL, dilaksanakan sampai 28 Oktober. Materi pelatihan meliputi teori dan praktik lapangan. Dengan pelatihan terhadap 32 PPL ini, hingga sekarang baru sekitar 72 PPL yang  bisa melakukan perbaikan kerusakan hand tractor. Di Kutim saat ini, jumlah PPL untuk bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan mencapai 180 orang.











III. METODOLOGI
3.1 TEMPAT DAN WAKTU
Tempat : Jurusan Teknologi Pertanian
Waktu  : 29 Maret 2011/ 14.30-17.00
3.2 ALAT
          Alat yang digunakan ialah traktor tangan/roda dua
3.3 CARA KERJA
Pada pratikum ini adapun cara kerjanya ialah sebagai berikut :
            Pertama-tama ambil engkolan dibagian kanan hand traktor,  letakkan pada tempatnya dan tekan bagian kecil didekatnya, putar dengan tenaga yang kuat badan harus dilekuk (bahu), jika sudah berbunyi lepaskan engkolan tersebut berbarangan dengan tangan sebelah kiri yang menarik dekompresi.  Kemudian kembalikanlah engkolan tersebut keposis semula.  Pegang hand traktor dengan  memainkan tuas gigi baik pada posisi 1,2,3 ataupun R (untuk mundur), kemudian arahkan tuas on/off  kedepan (jangan ditarik,biarkan berjalan) apabila anda menginginkan traktor tersebut kesebelah kanan maka tekanlah bagian sebelah kanan yang berbentuk seperti rem dan apabila anda menginginkan traktir berjalan kesebelah kiri maka tekanlah bagian yang sebelah kiri pula.



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain.
Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu;
  1. Traktor tangan berbahan baker solar
  2. Trakktor tangan berbahan bakar bensin
  3. Traktor tangan berbahan bakar tanah 9kerosin)

Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp
  2. Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp
  3. Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 7±12 hp

4.2 Pembahasan
Dalam pelaksanaan praktikum Pengantar Teknologi Pertanian, setiap praktikan harus mematuhui atruran-aturan dan arahan yang diberikan asisten sebelum pengoperasian tractor. Tujuanya adalah agar praktikan selamat dalam melakukan pengoperasian tractor dan tractor juga dalam keadaan baik. Langkah pertama yang harus dipelajari oleh calon operator untuk dapat mengoperasikan traktor tangan adalah mengenal traktor tangan itu sendiri. Bagian-bagian utama dari traktor tangan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
tractortngnbag
 Keterangan:
1. Lamp                                              7. Clutch-brake handle
2. Engine                                            8. Throttle control handle
3. Clutch                                            9. Steering hand grip
4. Gera box                                        10. Traction adapter
5. Handle bar                                     11. Driving wheel
6. Speed-changing                              12. Frame

Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
  1. Tenaga penggerak motor.
  2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
  3. Tuas kendali.

1. Tenaga Penggerak Motor Traktor Tangan
Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter.
2. Kerangka dan Transmisi (Penerus Tenaga) Traktor Tangan
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang. Mengoperasikan Tarktor Roda Dua 12 Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya.
Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan rantai ke mesin rotary. Kopling utama dioperasikan dari tuas kopling utama. Bila tuas ditarik ke posisi netral, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Akibatnya traktor akan berhenti, meskipun kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan. Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan  spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring. Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.
3. Tuas Kendali/Kontrol Traktor Tangan
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
A. Tuas gas traktor tangan
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi “STOP”.

B. Tombol lampu dan bel traktor tangan
Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.
C. Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai dua roda.
Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal operator), maka untuk menegakkan traktor diperlukan penyangga.
D. Memeriksa Traktor Tangan Sebelum Dioperasikan
Pemeriksaan Traktor tangan merupakan bagian dari persiapan traktor sebelum dioperasikan. Pemeriksaan traktor sebelum operasi sangat penting. Diharapkan dengan adanya pemeriksaan ini kondisi traktor dapat diketahui sejak dini, sehingga penanganannya tidak terlalu sulit. Ada beberapa hal dari bagian traktor yang perlu dilakukan pemeriksaan, yaitu:
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)
Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau patah.
b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang terlalu kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran mesin.
c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan mengakibatkan udara masuk ke saluran bahan bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air hasil pengembunan akan semakin banyak tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor. Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang berada di samping tangki bahan bakar.
d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih. Bahan bakar yang kotor akan menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap biasanya diperiksa pada mangkuk gelas. Untuk memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup terlebih dahulu, sebelum membuka mangkuk gelas.
e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor relatif kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara dengan sempurna. Saringan udara traktor tangan banyak yang menggunakan tipe basah. Saringan dibuka dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian permukaan dan kebersihan oli.
f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai pendingin, baik tipe radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.
g). Memeriksa tuas kendali/kontrol
Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan beroperasinya tuas kontrol dengan baik, operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa tuas kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.
h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes. Tekanan kedua ban juga harus sama.
i) Memeriksa sistem pelumasan
Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu : Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat penduga. Cukup tidaknya dan kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu diperiksa. Kabel kopling kemudi. Periksa kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40 Bagian lain dari traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait kopling utama. Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu diperiksa. Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan implemen, harus dibawa. Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi tempat peralatan tangan tersebut. Tempat peralatan biasanya dibagian atas traktor.







V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
1.Mini traktor merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian.
2.traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
     a.Traktor tangan ukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp
     b.Traktor tangan ukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp
           c.Traktor tangan ukuran besar, tenaga penggeraknya antara 7–12 hp
 3. Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
  1. Tenaga penggerak motor.
  2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
  3. Tuas kendali.
5.2 SARAN
Pada saat melakukan pratikum mengoperasikan traktor tangan ini, hendaknya praktikan dan asdos memperhatikan (mengutamakan) keselamatan kerja.





DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, Motor Diesel putaran tinggi
Hunt, Farm Power and Machinery management
Jones, Farm Power and Tractors
Kepner et al, Principles of Farm Machinery
Liljedahl et al, Tractors and Their Power Units
Smith dan Wilkes, Mesin dan Peralatan Usaha Tani














DAFTAR ISI
I.Pendahuluan..............................................................................................
1.1 Latar belakang.......................................................................... I
1.2 Tujuan...................................................................................... ..
II. Tinjauan Pustaka................................................................................. II
III. Metodologi........................................................................................
          3.1 Tempat dan waktu.......................................................................
          3.2 Alat..............................................................................................
          3.3 Cara Kerja...................................................................................
IV. Hasil dan pembahasan...........................................................................
V. Kesimpulan dan saran............................................................................         5.1 Kesimpulan.................................................................................
          5.2 Saran...........................................................................................
Daftar Pustaka
Lampiran
          Foto alat
          Diagram Alir Kerja









LAPORAN TETAP PRAKTIKUM
PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN
TRAKTOR TANGAN
logo-unsri.jpg
OLEH:
NURROHMAN

05101002041




PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2011


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nya yang dilimpahkan, sehingga penulis memperoleh kekuatan dan kekuatan tenaga dan fikiran, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik dan tepat waktu. laporan  ini   disusun   berdasarkan   hasil praktikum dari saya sendiri. Dengan judul praktikum Hand traktor”, dari Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya yang dilaksanakan di halan depan Jurusan Teknologi Pertanian.
Dalam menyusun Laporan ini, saya menyadari telah banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih. Dalam penyusunan Laporan ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan, oleh karna itu saya mengharapkan masukan dan saran dalam perbaikan Laporan ini.  Sehingga laporan berikut lebih baik lagi.





                                                                             Indralaya, 25 Maret 2011



NURROHMAN
05101002041
                      






LAPORAN PRAKTIKUM
PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN
HAND TRAKTOR
NURROHMAN
05101002041



           Sebagai salah satu syarat untuk lulus mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian tingkat 2 semester genap tahun 2010-2011.







Indralaya, 29 Maret 2011
Asisten                                                                         Koordinator Praktikum





Ferdy Hirawan                                                      Muham            mad Zainudin                         
( 05091002025 )                                                   (05071006027)




    
                                                                                                                      




LAMPIRAN

Foto Praktikum


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar